Ketentuan Umum Kredit

Ketentuan Pelayanan Kredit

  1. Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Cindelaras Tumangkar tidak memberikan hak otomatis kepada Anggota untuk mendapatkan kredit.
  2. Kredit diberikan kepada Anggota yang telah memenuhi semua persyaratan menjadi Anggota Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Cindelaras Tumangkar.
  3. Kredit dapat diajukan secara individu maupun melalui kelompok.
  4. Anggota Luar Biasa Anak (usia < 19 tahun dan belum menikah) tidak dapat mengajukan kredit.
  5. Anggota Luar Biasa yang ber-KTP di luar Daerah Istimewa Yogyakarta hanya boleh mengajukan pinjaman sama atau di bawah simpanannya.
  6. Anggota yang telah berumur diatas 70 tahun dapat meminjam maksimal sebesar simpanannya dan harus ada surat pernyataan tidak mendapat Jalinan.
  7. Menyertakan Rencana Anggaran Belanja untuk Kredit Kepemilikan Rumah dan Tanah (Properti); Rencana Bisnis untuk Kredit Usaha Dagang dan Jasa, Kredit Pertanian, Peternakan dan Perikanan atau print-out dari bank untuk take over kredit.
  8. Anggota yang sudah mendapatkan persetujuan kredit wajib mengikuti pendidikan Pra-
  9. Tujuan kredit tidak boleh bertentangan dengan Prinsip-prinsip dan Nilai-nilai Credit Union.
  10. Dikabulkan atau ditolaknya permohonan kredit menjadi wewenang Pengurus yang didelegasikan kepada Konsultan Keuangan Anggota di Bagian Kredit Tempat Pelayanan, yang diputuskan berdasarkan konsultasi kredit dan analisis 5C yaitu ; Character (watak), Capacity to pay (kemampuan mengembalikan pinjaman), Capital status (status modal), Collateral (jaminan), Credit Condition (kondisi kredit).
  11. Pencairan kredit maksimal sebanyak simpanan dan Pinjaman Modal Tabungan (PMT) dan tabung-pinjam dapat dilayani setiap hari setelah melalui analisis 5C.

Prosedur Pengajuan Kredit

  1. Pemohon wajib mengisi dan menandatangani Surat Permohonan Pinjaman yang diketahui oleh suami/istri/Ahli Waris Pemohon, dilampiri fotokopi e-KTP pemohon dan suami/istri(bagi yang sudah berkeluarga)/Ahli Waris Pemohon, KK yang masih berlaku masing-masing 1 lembar, Slip gaji (bagi yang punya), Pembukuan usaha 3(tiga) bulan terakhir (bagi yang punya), Rekening Koran (bagi yang punya), foto copy rencana Jaminan.
  2. Pengajuan lewat kelompok dapat dilakukan bila kelompok telah terdaftar dengan struktur organisasi yang jelas, melaksanakan pertemuan rutin, serta memiliki rekening simpanan kelompok.
  3. Setelah Surat Permohonan Pinjaman terisi lengkap, diajukan kepada Bagian Kredit paling lambat 7 hari sebelum konsultasi kredit.
  4. Pemohon berkonsultasi langsung (tidak dapat diwakilkan) dengan Konsultan Keuangan Anggota di Bagian Kredit Tempat Pelayanan.
  5. Bagian Kredit dapat meminta kehadiran suami/istri/Ahli Waris yang sah dari pemohon apabila diperlukan.
  6. Bagian Kredit akan melakukan uji 5C sehingga dipastikan kredit dan Balas Jasa Pinjaman akan dapat dibayar sesuai dengan perjanjian.
  7. Hasil wawancara/konsultasi dengan Bagian Kredit tidak harus diikuti dengan keputusan saat itu juga. Apabila dipandang perlu akan dilakukan rapat dan Kunjungan Lapangan, untuk memutuskan apakah permohonan dikabulkan, direvisi atau ditolak.
  8. Jika permohonan dikabulkan, apabila dibutuhkan tambahan persyaratan maka harus dilengkapi pada saat dilakukan penandatanganan Surat Perjanjian Kredit.
  9. Surat Perjanjian Kredit wajib ditandatangani oleh pemohon, suami/istri pemohon, konsultan kredit, dan pejabat yang berwenang.
  10. Pencairan kredit yang telah disetujui dilakukan dengan melihat ketersediaan uang kas. Bila ketersediaan uang kas tidak mencukupi, peminjam harus menunggu giliran pada kesempatan berikutnya.
  11. Bila ada temuan yang memberatkan setelah persetujuan, Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Cindelaras Tumangkar berhak membatalkan pencairan kredit Anggota yang bersangkutan.

Penjamin

  1. Setiap permohonan kredit yang melebihi saldo simpanan perlu penjamin 3 orang dari sesama Anggota yang saling mengenal, aktif, dan berwatak baik, di luar Anggota keluarga inti.
  2. Jika dianggap perlu penjamin akan diundang untuk diwawancarai oleh Bagian Kredit.
  3. Penjamin bertanggung jawab atas kelancaran kredit.
  4. Bagian Kredit berhak menolak penjamin yang diajukan pemohon.
  5. Penasehat, Pengawas, Pengurus, Komite, Tamtama dan Manajemen tidak boleh menjadi

Jaminan

  1. SiWaris, Simpanan Pendidikan, Simpanan Properti, Simpanan Ibadah , SiOTTO dan SiTRAVELA diprioritaskan menjadi jaminan kredit.
  2. Bagian Kredit dapat meminta jaminan tambahan lainnya demi keamanan kredit, antara lain berupa barang hak milik: tanah, bangunan, kendaraan yang dilengkapi dengan bukti kepemilikan yang sah serta surat pengikat jaminan.
  3. Barang jaminan tambahan harus berada di wilayah pengembangan Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Cindelaras Tumangkar.
  4. Simpanan Anggota keluarga dapat dijadikan jaminan tambahan dengan menyertakan surat kerelaan.
  5. Sistem jaminan tanggung renteng.
  6. Besarnya penaksiran nilai jaminan dihitung berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Sistem Jaminan Tanggung Renteng

  1. Sistem jaminan tanggung renteng diberikan kepada anggota yang tergabung ke dalam sebuah kelompok.
  2. Jumlah anggota kelompok minimal 5 (lima) orang.
  3. Memiliki struktur organisasi kelompok.
  4. Plafon pinjaman yang menggunakan sistem jaminan tanggung renteng adalah maksimal Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) per orang.
  5. Memiliki Simpanan Sikendi kelompok minimal 10% dari total pencairan kelompok.
  6. Anggota kelompok melakukan iuran bulanan yang ditambahkan ke dalam simpanan kelompok.
  7. Anggota dalam kelompok berkewajiban mengangsur pinjaman anggota yang lalai.
  8. Anggota kelompok bersedia menjaminkan simpanannya.
  9. Anggota kelompok bersedia menjadikan asetnya sebagai jaminan tambahan.

Biaya Kredit

  1. Biaya Meterai, Peninjauan Lapangan, Notaris, Asuransi jiwa, dan Asuransi barang jaminan ditanggung oleh peminjam.
  2. Biaya meterai (Sesuai dengan Undang-Undang No. 10 Tahun 2020, tanggal 26 Oktober 2020 tentang Bea Meterai) :
  3. Pinjaman kurang dari Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) tidak dikenakan bea meterai.
  4. Pinjaman lebih dari Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) dikenakan bea meterai sebesar Rp 10.000 (sepuluh ribu rupiah) sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor. 10 Tahun 2020 tanggal 26 Oktober 2020 tentang Bea Meterai, Bab II Objek, Tarif, dan Saat terutang Bea Meterai Bagian II Tarif Bea Meterai Pasal 5, atau paling sedikit Rp 9.000,- (Sembilan ribu rupiah) sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor. 10 Tahun 2020 tanggal 26 Oktober 2020 tentang Bea Meterai, Bab XI Ketentuan Peralihan Pasal 28 huruf b dan huruf c.
  5. Partisipasi Dana Cadangan Risiko adalah sebagai berikut :
    • Risiko ≤      5.000.000    =              Rp   50.000,-
    • Risiko >      Rp 000.000 s.d. Rp 10.000.000  =              Rp   75.000,-
    • Risiko >      Rp 1000.000 s.d. Rp 50.000.000  =              Rp 100.000,-
    • Risiko >      Rp 000.000  =              Rp 250.000,-

Kredit Pengurus, Pengawas, dan Manajemen

  1. Kredit di atas simpanan yang diajukan Pengurus/Pengawas dan atau Keluarga Inti (suami/istri/anak), harus disetujui oleh 2/3 mayoritas Pengurus yang hadir dalam rapat tersebut dan tidak boleh dihadiri oleh pemohon.
  2. Semua kredit di atas simpanan yang diberikan kepada Manajemen dan atau Keluarga Inti (suami/istri/anak), harus mendapat persetujuan melalui rapat Pengurus sebelum dicairkan.

 Kredit di Atas Plafon

Pengajuan kredit dapat melebihi Plafon kredit di setiap jenis kredit, apabila kondisi keuangan Koperasi Simpan Pinjam Credit Union Cindelaras Tumangkar memungkinkan.

 Top-Up

Pengajuan kredit dengan nilai lebih besar dengan cara melunasi kredit sebelumnya (TOP-UP) hanya boleh dilakukan dengan syarat :

  1. Kredit terdahulu tidak pernah menunggak (peminjam mengangsur dengan baik).
  2. Kredit terdahulu sudah terbayar minimal 20% (dua puluh persen).
  3. Memenuhi butir-butir pada ketentuan umum.

Peluang Mendapatkan Layanan Kredit lebih dari satu jenis.

Anggota dapat memiliki beberapa jenis kredit, dengan syarat :

  1. Kredit terdahulu terkategorikan lancar (peminjam mengangsur dengan baik).
  2. Memenuhi syarat 5 C.

Pembayaran Angsuran

  1. Pembayaran angsuran paling lambat sesuai jatuh tempo.
  2. Pembayaran dapat dilakukan dengan sistem Angsuran pokok Tetap atau Setoran Tetap.
  3. Pelunasan sebelum 75% dari pokok kredit dikenakan penalti 3%, kecuali pelunasan kredit karena melakukan TOP-UP.
  4. Pembayaran angsuran bisa dilakukan melalui sikendi secara otomatis setelah mendapatkan persetujuan dari anggota pada saat penandatanganan Surat Perjanjian Kredit.
  5. Pinjaman sebesar atau di bawah simpanan yang telah lalai tiga bulan berturut-turut akan dilunaskan dengan mengambil simpanan yang dijaminkan.

Bonus Prestasi Kredit

  1. Anggota yang mengangsur kredit secara teratur diberikan Bonus Prestasi Kredit sebesar 2% (dua persen) dari total Balas Jasa Pinjaman selama satu tahun buku.
  2. Anggota yang pernah menunggak angsuran dalam satu tahun buku tidak diberikan Bonus Prestasi Kredit.
  3. Bonus Prestasi Kredit diberikan di awal tahun buku berikutnya dengan cara ditambahbukukan/ditransfer ke Siwaris.

 Administrasi Keterlambatan Angsuran

Apabila terjadi kelalaian angsuran dan pembayaran Balas Jasa Pinjaman maka peminjam dikenakan administrasi keterlambatan angsuran sebesar 0,5% (setengah persen).

Pencairan Kredit

  1. Jadwal pencairan kredit diatur oleh Bagian Keuangan.
  2. Kredit dicairkan setelah Surat Perjanjian Kredit ditandatangani dan syarat-syarat lain yang dimintakan oleh Bagian Kredit dipenuhi oleh calon peminjam.

 Pembatalan Kredit

Kredit yang telah disetujui dapat dibatalkan sebelum pencairan apabila :

  1. Calon peminjam menarik permohonan atau membatalkan kredit.
  2. Pengurus atau petugas Bagian Kredit menemukan data-data baru yang tidak mendukung.
  3. Diketahui tujuan kredit tidak sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Credit Union.

Pengertian Kredit Lalai

  1. Kredit lalai adalah kewajiban angsuran pinjaman yang tidak dibayar tepat waktu dan/atau tepat jumlah sesuai perjanjijan kredit.
  2. Pembayaran angsuran yang dibayar dari penarikan simpanan yang dijadikan jaminan kredit termasuk kredit lalai.
  3. Pembayaran angsuran yang dibayar dari penarikan simpanan yang tidak dijadikan jaminan kredit tidak termasuk kredit lalai.

Kolektabilitas Kredit

  1. Lancar                         = 0 – 30 hari.
  2. Kurang Lancar          = 31 – 120 hari.
  3. Diragukan                  = 121 – 300 hari.
  4. Macet                          = ≥ 301 hari.

Langkah-Langkah Penanganan Kredit Lalai

  1. Tidak lebih dari 5 hari setelah jatuh tempo, menginformasikan tagihan melalui SMS/WA/telepon/media lainnya.
  2. Kredit lalai selama 6–10 hari, anggota dikirimi Surat Pemberitahuan.
  3. Kredit lalai selama 11–30 hari, apabila Surat Pemberitahuan tidak di tanggapi, maka anggota dikirimi Surat Tagihan I.
  4. Kredit lalai selama 31–45 hari, dilakukan kunjungan lapangan pertama.
  5. Setelah 46–90 hari masih lalai dikirimi Surat Tagihan II, Kunjungan Tim, bersama penjamin, dan nama serta alamat peminjam diumumkan di papan pengumuman kantor.
  6. Setelah 90 hari masih lalai dilakukan potongan simpanan yang menjadi jaminan kredit.
  7. Jika sesudah langkah-langkah yang mengikuti Surat Tagihan II dilakukan tetapi tidak memberikan hasil, lembaga mengirimkan Surat Tagihan III.
  8. Jika dipandang perlu yang bersangkutan dipanggil dan atau diumumkan di media masa secara periodik.
  9. Jika terjadi kredit lalai selama 10(sepuluh) bulan berturut-turut dan telah melawati butir 1 – 8, dapat dilakukan penguasaan barang jaminan sesuai hukum yang berlaku.

Langkah-Langkah Penanganan Kredit Lalai

  1. Tidak lebih dari 10 hari setelah jatuh tempo, dikirimi Surat Pemberitahuan
  2. Kredit lalai selama 30 hari, Anggota yang bersangkutan dikirimi Surat Tagihan I, Penjamin dilibatkan untuk ikut menyelesaikan Kredit yang bermasalah.
  3. Bila Surat Tagihan I tidak ditanggapi, maka dilakukan Kunjungan Lapangan
  4. Setelah 45–90 hari masih lalai dikirimi Surat Tagihan II, Kunjungan Tim, pemotongan simpanan, dan nama serta alamat Peminjam diumumkan di papan pengumuman kantor.
  5. Jika dipandang perlu yang bersangkutan dipanggil dan atau diumumkan di media masa secara periodik.
  6. Apabila setelah butir 4 dan atau 5 dilakukan tetapi masih lalai dilakukan tindakan hukum berupa: penyitaan jaminan sesuai hukum nasional.