Pengantar Tumangkar #5
12 Desember 2019

Pengantar Tumangkar #7

Pengantar Tumangkar

Quo Vadis dari anggota, untuk anggota dan oleh anggota ?

 

(Galuh Asti W – Manajer CUCT)

Juli 2019

 

Di tengah gemebyar perayaan 72th Hari Koperasi Nasional DIY yang resepsinya akan diselenggarakan  pada Kamis 25 Juli 2019 di The Rich Jogja Hotel, tersisa sebuah pertanyaan reflektif yang semoga tidak terhenti  menjadi pertanyaan tersisih tanpa jawaban. Bahwa koperasi sebagai sebuah institusi yang menerapkan mazhab ekonomi kerakyatan, harus  mampu menjawab dengan jelas pertanyaan ; quo vadis—dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat ?

Turunan dari pertanyaan tersebut menjadi; Quo Vadis—dari anggota, untuk anggota, oleh anggota—atau yang dalam arti harafiahnya adalah “Mau ke mana—dari anggota, untuk anggota, oleh anggota ?”. Sebuah pertanyaan reflektif bagi CUCT yang berpayung di bawah UU Koperasi ini.

Bukanlah perkara mudah mengelola sebuah lembaga seperti CUCT yang boleh dibilang memiliki dua kaki ini;  satu sebagai bisnis yang harus terus berkelanjutan dan satunya sebagai lembaga yang mengemban peran pemberdayaan.

Dari anggota. Hal ini sudah jelas dan transparan dijalankan CUCT yang mengelola dana hanya yang berasal dari anggota.

Untuk anggota. Sudah terangkum dalam pemaparan saat RAT TB 2018 bahwa dari pendapatan usaha sebesar 64% kembali kepada anggota dalam bentuk balas jasa simpanan (BJS), sisanya terbagi dalam beban operasional, beban organisasi, beban personalia, beban penyusutan, beban non usaha.

Oleh anggota. Inilah yang masih menjadi pekerjaan rumah terbesar CUCT. Beberapa waktu belakangan gencar disampaikan CU 3in1, Triple-Co, tak lain tak bukan adalah untuk mengajak segenap anggota CUCT turut terlibat dalam gerakan pemberdayaan rakyat cerdas finansial yang tepercaya.

Dan, sebuah gerakan berarti mensyaratkan sesuatu yang dinamis dan responsif.

Responsif terhadap keanekaragaman anggota yang merupakan asset berharga, responsif terhadap peluang yang bisa jadi tidak muncul dua kali , responsif terhadap jejaring yang tak ternilai harganya,  . baik yang berasal dari anggota maupun dari mitra lainnya.

CUCT perlu terus bermitra dengan pemerintah, bermitra dengan lembaga pendidikan, bermitra dengan lembaga pemberdayaan, bermitra dengan komunitas budaya.

Anda-lah yang dapat mengisi bagian kosong tersebut dengan keterlibatan Anda di dalamnya.

 

Salam Tumangkar